in ,

Pengertian Lengkap, Dasar Hukum, Rukun dan Macam Qiyas

Pengertian Lengkap, Dasar Hukum, Rukun dan Jenis Qiyas

Sebagai umat islam yang baik, mempelajari ilmu dan menjalankannya memang termasuk kewajiban didalam menjalani hidup. Ilmu memang tiada habisnya dan tiada hal yang dapat membatasi seberapa banyak anda mencari ilmu. Salah satunya yaitu mempelajari tentang qiyas, baik dari penjelasan, dasar hukum, rukun dan jenisnya. Nah pada kesempatan yang baik ini admin akan menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan qiyas secara lengkap dan mudah dipahami tentunya.


Pengertian Qiyas (Kias)

Kata qiyas memang berasal dari bahasa arab yang memang memiliki arti menyamakan atau menggabungkan, maksud dari kata menggabungkan dalam istilah ini yaitu suatu proses menetapkan suatu hukum atau perkara yang baru.

Pengertian qiyas sendiri menurut para ulama ushul fiqh merupakan suatu kejadian ataupun peristiwa yang memang tidak ada dasar nashnya dengan cara membandingkan terhadap sesuatu kejadian atau peristiwa yang lain dan memang sudah ditetapkan hukumnya berdasarkan nash. Karena memang terdapat persawaan ‘illat antara kedua kejadian atau peristiwa tersebut.

Kehujjahan Qiyas

Para ulama sudah menyepakati bahwa qiyas juga merupakan hujjah syar’i yang memang termasuk sumber hukum yang dari hukum lain. Apabila tidak terdapatnya hukum didalam sebuah masalah baik dengan nash ataupun ijma’, berlakukal hukum qiyas yang memang akan selanjutnya akan menjadi hukum syar’i.

Dasar Hukum dan Dalil Qiyas

Sebagian besar para ulama fiqh serta para pengikut madzhab mengemukakan sebuah pendapat yang sama yaitu qiyas dapat dijadikan salah satu dalil dan dasar hujjah didalam perkara menetapkan hukum dalam ajaran islam.

Namun tidak semua pendapat para ulama dan pengikut madzhab mengemukakan pendapat yang sama. Mereka juga mengemukakan perbedaan pendapat tentang kadar penggunaan dan macam-macam qiyas yang memang diperbolehkan untuk digunakan dalam mengistinbathkan hukum.


Rukun Qiyas

Ada pula rukun atau kewajiban yang memang harus dilakukan dalam menyamakan atau menggabungkan (Qiyas). Berikut ini beberapa rukun dalam qiyas:

  1. Al-Ashlu (Pokok)

    Al-Ashlu merupakan sumber hukum yang memang berupa nash dan menjelaskan berbagai macam hal tentang hukum atau wilayah tempat sumber hukum. Para fuqaha mendefinisikan Al-Ashlu menajdi sumber objek dari qiyas yang memang menjelaskan tentang suatu permasalahan tertentu dikiaskan kepadanya (Al-Maqis’alaihi) dan musyabbah bih (Tempat Menyerupakan).

    Misalnya yaitu hukum islam tentang pengharaman ganja sebagai qiyas dari minuman keras memang suatu bentuk dasar tidak boleh terlepas dan selalu dibutuhkan. Dengan ini disimpulkan bahwa Al-Ashlu merupakan ojek dari qiyas yang dimana suatu permasalahan tertentu dapat dikiaskan kepadanya.

  2. Al-Far’u (Cabang)

    Al-Far’u merupakan sesuatu hal yang memang tidak ada ketentuan nash yang memang berarti cabang. Lebih jelasnya Al-Far’u merupakan suatu peristiwa yang memang belum ditetapkan hukumnya karena tidak adanya dasar hukumnya atau nash.

  3. Al-Hukum

    Pengertian Al-Hukum dalam rukun qiyas yaitu suatu hukum yang memang digunakan untuk memperluas dari asal atau sumber ke bagian cabang (Far‘). Al-Hukum merupakan sumber hukum dari ashal yang sudah ditetapkan berdasarkan pada nash dan hukum itu yang memang akan ditetapkan pada fara’ apabila ada persamaan ‘illatnya.

  4. Al-‘Illah (Sifat)

    Al-‘Illah atau Illat merupakan sebuah alasan yang serupa baik antara asal dan far’ (Cabang) yang memang suatu sifat yang terdapat pada ashl. Dengan adanya sifat inilah ashl mempunyai suatu hukum dan cabang yang memang disamakan dengan hukum ashl.

Silahkan anda pahami dan bacalah dengan tempo pelan mengenai rukun di atas agar waktu yang anda gunakan untuk membaca tidak terbuang sia-sia.


Pembagian atau Macam-Macam Qiyas

Ada beberapa hal yang memang membedakan macam-maca dari qiyas yang tentu perlu untuk anda pahami juga. Berikut ini beberapa macam yang terdapat pada qiyas:

Menurut Sisi Kekuatan Illat yang Terdapat pada Furu’:

  • Al-Aulawi
    Suatu illat hukum yang memang diberikan pada ashl dan lebih kuat dibandingkan pada furu’
  • Al-Musawi
    Suatu illat yang memang sangat mewajibkan hukum atau mengqiyaskan suatu hal yang bersamaan dengan pengampilan keputusan hukum.
  • Al-Adna
    Mengqiyaskan suatu hal yang memang kurang kuat menerima hukum yang diberikan pada sesuatu serta memang layak untuk menerima hukum itu.

Menurut Sisi Kejelasan Illat Yang Terdapat pada Hukum:

  • Al-Jaly
    Suatu hal yang illatnya ditetapkan oleh nash bersamaan dengan hukum ashl, lebih tepatnya yaitu menetapkan illat tetapi memastikan bahwa tidak akan ada pengaruh terhadap perbedaan antara nash dengan furu’
  • Al-Khafy
    Suatu hal yang memang illatnya tidak terdapat atau termasuk ke dalam nash.

Menurut Sisi Persamaan Cabang Pada Pokok:

  • Ma’na
    Suatu hal yang memang memiliki cabang dan hanya bersandar pada pokok yang satu.
  • Sibhi
    Fara’ yang dapat diqiyaskan terhadap dua ashal ataupun lebih, tetapi mengambil ashal yang memiliki lebih banyak persamaan dengan fara’.

Contoh Qiyas

Mengkonsumsi minuman keras dan narkotika merupakan contoh perbuatan yang memang perlu untuk ditetapkan hukumnya. Untuk menentukan hukumnya dapat diperloeh dengan mengqiyas atau mencari perbuatan lain yang memang sudah ditentukan hukumnya berdasarkan nash.

Perbuatan ini memang memiliki kesamaan dengan perbuatan minum khamr yang memang sudah ditetapkan hukumnya atau diharamkan berdasarkan firman Allah SWT berikut ini.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamar, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. al-Ma’idah: 90).

Dari firman Allah tersebut disimpulkan bahwa mengkonsumsi minuman keras dan narkotika memang mimiliki persamaan ‘illatnya. Persamaan tersebut ialah kedua hal tersebut akan berdampak atau menimbulkan efek mabuk pada orang yang mengkonsumsinya, dan memang dapat mengakibatkan kerusakan akal dan cara berpikirnya.


Demikian artikel ini admin tuliskan dengan tujuan agar anda lebih mendalami ilmu yang memang berhubungan dengan pengertian qias dan macam-macamnya. Sebarkan informasi ini kepada keluarga terdekat anda, tentu menyebarkan hal baik akan mendapat ganjaran pahala dari Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *